MASAMBA – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Utara menggelar Konferensi Kerja dan Workshop Pembelajaran Mendalam bagi pendidik PAUD di Aula I Lagaligo, Sabtu (9/8/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi program Wajib Belajar 13 Tahun.
Bupati Luwu Utara yang diwakili Asisten I, Akram Riza, menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pertemuan ini adalah ajang untuk saling menguatkan. Kita yakin organisasi ini akan memberikan nuansa baru dan kemajuan nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Utara, Misbah, menyoroti peran penting guru PAUD, termasuk guru laki-laki, sebagai “sosok ayah” bagi anak-anak.
Ia mengapresiasi inisiatif kegiatan ini, mengingat Luwu Utara memiliki 204 TK (25 berstatus negeri) yang masih menghadapi tantangan pada tenaga pendidik, fasilitas, dan kesejahteraan guru.
“Guru tidak boleh diam dan tidak mampu. Kita harus terus belajar dan meningkatkan diri,” tegasnya.
Misbah juga menekankan pentingnya ijazah PAUD sebelum masuk SD serta penanaman akidah dan akhlak sejak dini. “Jaga harkat dan martabat guru,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PGRI Luwu Utara menyampaikan kebanggaannya atas dimasukkannya pendidikan PAUD dalam program Wajib Belajar 13 Tahun. Ia menegaskan peningkatan kualitas guru PAUD menjadi prioritas, salah satunya melalui workshop ini.
Dengan mengusung tema “Guru TK Bermartabat, Anak Indonesia Hebat, Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun Mulai dari Taman Kanak-Kanak”, kegiatan ini diharapkan melahirkan pendidik yang unggul, inovatif, dan mampu mempercepat kemajuan pendidikan di Luwu Utara.
Ketua IGTKI Provinsi Sulawesi Selatan, Hamdana, turut hadir memberikan dukungan, menandai kuatnya sinergi antarorganisasi pendidikan dalam meningkatkan mutu PAUD.
Konferensi kerja ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Luwu Utara. (*)





