MASAMBA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar aksi penanaman pohon sebagai bagian dari program penataan ruang terbuka hijau.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebanyak 150 bibit durian ditanam di sekitar halaman Kantor Bupati dan area Gabungan Dinas, Selasa (2/9).
Setiap bibit yang ditanam menjadi tanggung jawab masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turut hadir bersama Wakil Bupati Jumail Mappile dan Pj Sekretaris Daerah Jumal Jayair Lussa untuk melakukan penanaman perdana.
Ia menjelaskan, gerakan menanam pohon durian tidak hanya sebatas upaya penghijauan, tetapi juga strategi membangun citra daerah.
“Kegiatan ini merupakan usaha kita membangun image bahwa Luwu Utara adalah salah satu daerah penghasil durian terbaik di Indonesia. Itu adalah legacy yang harus kita jaga,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa branding tersebut penting untuk mendukung identitas daerah sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.
Tanggung Jawab Pemeliharaan di OPD
Selain menanam, Bupati juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan. Ia meminta agar setiap OPD serius menjaga bibit durian yang menjadi tanggung jawabnya.
“Kami berharap setiap OPD tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga merawat pohon ini dengan sungguh-sungguh agar tumbuh subur dan bermanfaat ke depan,” ujarnya.
DLH menegaskan bahwa pilihan menanam pohon durian bukan tanpa alasan. Selain berfungsi sebagai peneduh dan penghijauan lingkungan kerja, tanaman durian juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan demikian, program ini diharapkan memberi manfaat ganda, baik dari sisi ekologi maupun potensi pendapatan di masa depan. (*)






