Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa, Bupati Luwu Utara Dorong Inovasi OKE DESA

Tim Redaksi
Bupati Andi Rahim Dorong Inovasi OKE DESA, Percepat Tata Kelola dan Pelayanan Pemerintahan Desa

MASAMBA — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah memperkuat kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat desa.

Salah satu inovasi yang dinilai memiliki potensi besar adalah OKE DESA (Optimalisasi Kinerja dan Evaluasi Desa) yang dirancang untuk mempercepat evaluasi kinerja dan digitalisasi administrasi pemerintahan desa.

Hal tersebut disampaikan Andi Abdullah Rahim saat membuka Rapat Stakeholder Internal dan Eksternal terkait Seminar Rancangan Aksi Perubahan OKE DESA di Ruang Rapat Command Center, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan BKPSDM Kabupaten Luwu Utara sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan birokrasi.

Bupati mengatakan setiap peserta PKA tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan pelatihan, tetapi juga menghasilkan terobosan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi ASN. Saya mengapresiasi setiap inovasi yang lahir dari peserta PKA dan berharap dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi Rahim.

Menurutnya, inovasi OKE DESA dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, terutama pada aspek evaluasi kinerja, pengawasan administrasi, serta percepatan penyusunan laporan keuangan desa.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah desa diharapkan mampu bekerja lebih efektif, akuntabel, dan tepat waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya OKE DESA, saya berharap pemerintah desa semakin mudah melakukan evaluasi dan penyusunan laporan keuangan sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, akuntabel, dan tepat waktu,” katanya.

Andi Rahim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara reformer, mentor, dan seluruh pemangku kepentingan agar rancangan aksi perubahan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Ia berharap inovasi tersebut mampu menjadi warisan perubahan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Saya berharap aksi perubahan ini tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di Kabupaten Luwu Utara dan menjadi warisan perubahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, peserta PKA sekaligus penggagas inovasi OKE DESA, Andi Syarifah Muhaeminah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kinerja dan evaluasi pemerintahan desa melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, serta penyederhanaan proses administrasi.

Melalui sistem tersebut, proses monitoring, evaluasi, hingga pelaporan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Seminar rancangan aksi perubahan ini menjadi bagian dari proses aktualisasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan sebagai solusi atas berbagai tantangan pelayanan publik di Kabupaten Luwu Utara. (*)

Kabar Terkait