Bupati Luwu Utara Berduka atas Korban Banjir di Baebunta Selatan, Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Tim Redaksi
Potret banjir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan.
Potret banjir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan.

BAEBUNTA SELATAN – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Firman, warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, yang menjadi korban banjir setelah terseret arus sungai saat beraktivitas di lahan pertanian.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (14/6/2026) dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 15.40 WITA di Dusun Rakki-Rakki. Lokasi penemuan berjarak sekitar enam kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Melalui Posko Penanganan Bencana, Andi Abdullah Rahim menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudara kita, Firman. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujar Andi Rahim.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Menurutnya, keberhasilan proses evakuasi tidak lepas dari kerja sama dan koordinasi berbagai unsur yang tetap bekerja meski menghadapi medan yang berat serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Terima kasih kepada seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam proses pencarian. Berkat kerja sama, koordinasi, dan semangat kemanusiaan yang tinggi, korban akhirnya dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarganya,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD Luwu Utara, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran Luwu Utara, Mepusa, WMI, serta relawan dan masyarakat setempat. Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Seusai kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun kawasan yang rawan terdampak banjir.

Imbauan itu disampaikan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi. (*)

Kabar Terkait