SABBANG – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Utara periode 2026–2031. Ia berkomitmen memperkuat gerakan kemanusiaan yang solid, responsif, dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam situasi bencana dan keadaan darurat.
Pelantikan pengurus PMI Luwu Utara dilakukan oleh Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, di Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Kemah Bakti dan Lomba (KBL) Palang Merah Remaja (PMR) PMI se-Kabupaten Luwu Utara Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa pelantikan pengurus PMI bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan.
“Menjadi pengurus PMI bukan hanya tentang jabatan dan struktur organisasi, tetapi tentang kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, bergerak cepat saat bencana, dan melayani tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi perhatian bersama. Pengalaman menangani banjir di Luwu Utara menjadi pelajaran bahwa keberhasilan aksi kemanusiaan membutuhkan kecepatan bertindak, ketulusan dalam melayani, koordinasi yang kuat, serta semangat gotong royong.
Karena itu, kepengurusan PMI periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat, dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam berbagai aksi kemanusiaan.
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Andi Abdullah Rahim mengatakan, penguatan PMI perlu dilakukan agar organisasi kemanusiaan tersebut semakin siap memberikan bantuan secara cepat dan tepat ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
Komitmen tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 PMI, yakni “Peduli, Bergerak Bersama”. Tema ini menempatkan kepedulian sebagai landasan, kebersamaan sebagai kekuatan, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai tujuan utama gerakan PMI.
Dengan kepengurusan baru, PMI Luwu Utara diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, unsur terkait, dan masyarakat dalam penanganan bencana maupun pelayanan kemanusiaan lainnya.
KBL PMR Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Selain memperkuat organisasi, PMI Luwu Utara juga mendorong pembinaan generasi muda melalui kegiatan Kemah Bakti dan Lomba (KBL) PMR 2026.
Kegiatan yang melibatkan peserta PMR tingkat Mula, Madya, hingga Wira tersebut tidak hanya diarahkan pada kompetisi dan perolehan juara, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, persahabatan, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.
Andi Abdullah Rahim berharap para peserta dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik PMR dapat memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, menumbuhkan jiwa sukarela, serta menjadi generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap membantu sesama,” ujarnya.
Melalui pembinaan PMR, PMI diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami kepalangmerahan, tetapi juga menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelantikan pengurus PMI dan pembukaan KBL PMR 2026 tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Utara, Ketua TP PKK Luwu Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala desa, pengurus PMI Provinsi Sulawesi Selatan, pembina, fasilitator, serta ratusan peserta PMR dari berbagai sekolah.
Dengan kepengurusan baru dan dukungan generasi muda, PMI Luwu Utara diharapkan semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan, memperkuat kesiapsiagaan bencana, dan menghadirkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)





