MASAMBA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Retribusi Digital Terintegrasi (SiPADI), Selasa pagi (23/7), di halaman Pasar Sentral Masamba.
Peluncuran program ini menandai langkah maju Pemkab Luwu Utara dalam mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan retribusi pasar.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang memimpin langsung acara peluncuran, menyampaikan bahwa SiPADI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem transaksi digital di kalangan masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro dan pedagang pasar tradisional.
Sistem ini diharapkan tak hanya mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menciptakan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
“Uang dua ribu rupiah dari satu pedagang, jika dikelola dengan amanah dan sistem yang baik, bisa menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah. SiPADI adalah bentuk kepercayaan kita kepada proses itu,” ungkap Bupati dalam sambutannya.
Menurutnya, peluncuran sistem pembayaran digital ini menjadi bagian penting dari perubahan budaya transaksi, di mana masyarakat diajak untuk lebih familiar dengan ekosistem digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Ia mencontohkan bagaimana pedagang kini tak harus menunggu pembeli datang ke pasar, melainkan bisa melayani pembeli dari luar daerah secara daring, termasuk dalam proses pembayaran.
Digitalisasi retribusi melalui SiPADI ini juga melengkapi layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang telah lebih dulu dilakukan secara online. Pemkab menargetkan, seluruh transaksi pelayanan publik di masa mendatang akan berbasis digital guna meminimalisasi kebocoran dan memperkuat transparansi anggaran.
Masamba menjadi lokasi pertama implementasi SiPADI sebagai pilot project. Jika berhasil, sistem ini akan diperluas ke kecamatan lainnya seperti Sukamaju, Bone-bone, dan Sabbang.
“Yang penting sekarang adalah bagaimana kita mengedukasi masyarakat agar mereka tidak gagap dan bisa memanfaatkan sistem ini dengan maksimal,” kata Bupati.
Peluncuran SiPADI juga dirangkaikan dengan kegiatan pasar murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap lonjakan harga bahan pokok, terutama beras. Dalam kegiatan ini, warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
Acara peluncuran turut diisi dengan demo penggunaan aplikasi pembayaran digital, testimoni dari para pedagang yang telah mencoba sistem baru ini, serta pembagian brosur edukatif kepada masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi awal.
Dengan peluncuran SiPADI, Pemkab Luwu Utara mempertegas komitmennya menjadi daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus mendorong digitalisasi layanan demi kesejahteraan warganya.





