MASAMBA — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu Utara menggelar Penilaian Lomba Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sejumlah kecamatan selama dua pekan.
Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan mutu layanan PAUD melalui penguatan kolaborasi antarlembaga, tata kelola kelembagaan, dan inovasi pembelajaran.
Penilaian yang dilaksanakan melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara, Kamaluddin Alnan, bersama jajaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong satuan PAUD meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Rangkaian penilaian dimulai pada Senin (5/10/2026) di Kecamatan Sabbang Selatan, dilanjutkan ke Kecamatan Sabbang pada Selasa (6/10), Baebunta pada Rabu (7/10), Baebunta Selatan pada Kamis (8/10), dan Masamba pada Jumat (9/10). Penilaian kemudian berlanjut ke kecamatan lainnya hingga dijadwalkan berakhir di Kecamatan Tana Lili.
Perkuat Kolaborasi Antarlembaga PAUD
Lomba Gugus PAUD menjadi wadah bagi satuan pendidikan untuk saling berbagi praktik baik (best practice) dalam penyelenggaraan layanan pendidikan anak usia dini.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian meliputi administrasi kelembagaan, pelaksanaan pembelajaran, manajemen lembaga, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, Disdik Luwu Utara mendorong agar peningkatan mutu PAUD tidak hanya menjadi tanggung jawab masing-masing satuan pendidikan, tetapi juga menjadi gerakan bersama melalui penguatan gugus dan Pusat Kegiatan Guru (PKG).
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu lembaga PAUD mengidentifikasi tantangan, berbagi pengalaman, dan menerapkan praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Digitalisasi dan Inovasi Pembelajaran Jadi Perhatian
Selain tata kelola kelembagaan, penilaian juga diarahkan pada percepatan pemenuhan standar mutu pendidikan nasional, penguatan manajemen yang transparan dan akuntabel, serta pengembangan pembelajaran yang ramah anak.
Optimalisasi digitalisasi dalam administrasi dan pelaporan turut menjadi perhatian. Melalui pengelolaan portofolio digital yang sistematis, setiap lembaga diharapkan mampu mendokumentasikan program, proses pembelajaran, dan capaian perkembangan anak secara lebih terstruktur.
Digitalisasi tersebut diharapkan membuat pengelolaan administrasi lebih tertib, efektif, dan mudah dievaluasi, sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas layanan PAUD.
Pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal juga menjadi salah satu peluang untuk memperkaya pengalaman belajar anak. Pemanfaatan nilai-nilai budaya dan potensi daerah diharapkan dapat membantu menanamkan karakter serta kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Dorong Kesiapan Akreditasi dan Peran PKG
Pelaksanaan Lomba Gugus PAUD diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pengelolaan lembaga, penguatan kesiapan akreditasi, dan tumbuhnya inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan serta karakteristik anak.
Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran PKG sebagai jejaring pendampingan profesional yang aktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, satuan PAUD dapat saling membantu dalam mencari solusi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.
Melalui penilaian ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pendidikan terus mendorong terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan fondasi pendidikan sejak usia dini guna mendukung tumbuh kembang dan kesiapan generasi masa depan Luwu Utara. (*)


