Luwu Utara Kantongi Komitmen Investasi Rp184 Miliar untuk Pabrik Pengolahan Kakao

Sulampua Investment and Business Forum(SIBF) 2026, Bupati Lutra Taken Proyek Investasi Senilai 184M

MAKASSAR — Kabupaten Luwu Utara memperoleh komitmen investasi senilai Rp184 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan kakao oleh PT Firmansyah Khatulistiwa Group.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) Proyek Investasi dalam rangkaian Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/10/2026).

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim menghadiri forum yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Luwu Utara, Maulid.

Andi Rahim menyampaikan rasa syukur karena keikutsertaan Luwu Utara dalam forum tersebut tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menghasilkan komitmen investasi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

TERKAIT:  Bupati Luwu Timur Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang di Lutra

“Alhamdulillah, kita tidak sekadar hadir. Dalam pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) proyek investasi untuk Kabupaten Luwu Utara berupa pabrik pengolahan kakao PT Firmansyah Khatulistiwa Group dengan potensi investasi Rp184 miliar,” ujarnya.

Investasi Diharapkan Buka Lapangan Kerja

Bupati berharap komitmen investasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi daerah.

“Tentu harapan kita ini segera terwujud dan berjalan sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru, menggerakkan roda perekonomian masyarakat, dan membawa kemajuan nyata bagi Kabupaten Luwu Utara,” kata Andi Rahim.

TERKAIT:  Kabar Baik! Mobil Operasional Tanggap Darurat Bencana Bantuan PMI Pusat Tiba di Masamba

Rencana pembangunan pabrik pengolahan kakao ini menjadi peluang bagi Luwu Utara untuk mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah melalui kegiatan pengolahan yang memberikan nilai tambah.

Meski demikian, realisasi investasi tetap menjadi tahapan penting berikutnya agar komitmen yang telah disepakati dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha yang beroperasi dan memberi dampak ekonomi.

SIBF 2026 Perkuat Peluang Investasi Sulampua

SIBF 2026 berlangsung pada 28–29 Oktober dengan tema “Advancing Sulampua’s Potential: From Regional Strengths to Global Value Chains”.

Forum ini mempertemukan pemerintah, investor, pemilik proyek, pelaku usaha, UMKM, serta mitra perdagangan domestik dan internasional untuk mempercepat investasi dan memperluas pasar produk unggulan daerah.

TERKAIT:  Bupati Indah Teken MoU Tentang Koordinasi APIP Dengan APH

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, dan diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai unsur pemerintah serta dunia usaha di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Andi Rahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Luwu Utara sebagai mitra investasi.

“Atas nama pribadi dan juga kedinasan, kami menyampaikan ucapan terima kasih,” tuturnya.

Bagi Luwu Utara, komitmen investasi Rp184 miliar ini menjadi peluang untuk memperkuat sektor pengolahan kakao, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tahap selanjutnya adalah memastikan komitmen tersebut berlanjut menuju realisasi investasi. (*)

Related posts